Ibu malam ini kuhaturkan maafku kembali untukmu....
Aku tau nada suaramu berubah saat kata berucap menyapamu...
Aku tau begitu senangya kau kmarin mendoakanku..
Meneropong kedepan, menceritakan keindahan dan kebarokahan..
Teringat beberapa tahun lalu, saat kau terheran2 kepadaku..
Kenapa usahamu tak lazim wahai anakku?
Aku hanya ingin mencari berlian ditengah gunungan tanah bu, jawabku..
Mau berapa kali kau terluka saat memegang berlian anakku?
Doakan saja Bu, besok sya temukan berlian terbaik menurutNya...
Saya mencari berlian yang menyinari relung jiwa ini dalam mengarungi terjalnya bukit dakwah Bu,,
Lalu mau sampai kapan Nak?
Kau lihat bertruk truk, pasir disana diangkut dan melimpah
Aku hanya inhin berlian bu, karena anak anakku kelak akan tumbuh menjadi penegak panji islam dengan sinar berlian itu,,,
Setelah itu kau hanya tersenyum, mengangguk mengahturkan doa untukku
Maaf Bu malam ini untuk kesekian kalinya aku gagal mendapatkan berlian itu,,
Bukan karena ankmu ini tak pantas,
tapi Allah meminta anakmu ini untuk kembali memperbaiki diri
Agar suatu saat, layak dan pantas mendapatkan berlian itu,,
Ibu janganlah sedikitpun bersedih,,
Tersenyumlah Bu, Allah ada bersama kita,,
Maafkan ankmu ini,,
besok aku tak akan membuatmu bersedih kembali
insya Allah, Allah kan berikan berlian terbaikNya,,
Amiin ya rabb...
Malam selepas melingkar
Oman Ruhila
Visi Hidup Kita Haruslah Bervisi Syurga
Kamis, 02 Oktober 2014
Sabtu, 27 September 2014
Khitanan Masal Ceria-Koas RSUD Temanggung
Ceritanya saya sedang ingin bernostalgia dengan masa masa koas beberapa bulan kebelakang. Salah satu hal yang berkesan yang mungkin tidak akan pernah saya lupa adalah saat kami bisa menyelenggarakan acara khitanan masal di sela-sela waktu koas. Awal cerita bermula saat saya bersama tiga orang teman saya sedang mengikuti stase bedah di RSUD, kami berempat ditantang oleh dokter pembimbing kami, dr. Duddy Sp.B untuk bisa melakukan sebuah kegitan yang bisa menjadi salah satu sarana kami belajar sekaligus mengabdi ke masayarakat sekitar. Beliau mengatakan, sampai saat itu belum ada kelompok koas satupun yang berani menerima tantangan tersebut, maklum karena jadwal kami di RS memang padat, dan dibutuhkan managemen waktu dan kekompakan tim untuk mewujudkannya.
Singkat cerita kami berhasil mengumpulkan teman-teman koas satu hombased untuk mengerjakan proyek yang sebagian koas mengatakan sesuatu yang mustahil ditengah kesibukan koas dan persiapan ujian stase. Kami buktikan bahwa kami bisa. Oh iya jumlah teman-teman satu homebase sekitar 16 orang untuk stase besar (bedah, obsgyn, dalam dan anak), diaman tiap stase terdiri dari 4 orang, serta sebagian teman-teman stase kecil yang kebetulan masih ada di RS.
Kami akhirnya memutuskan untuk melakukan kegiatan tersebut disebuah desa di kaki pegunungan yang bernama Telogopucang. Bukan karena tanpa alasan kami memillih daerah tersebut, disamping karena termasuk daerah yang jauh dari pusat kesehatan, daerah tersebut juga merupakan daerah kristenisasi yang cukup masif. Alhamdulillah kami diterima dengan baik
Jika mengenang masa itu, kami sering tidak bisa habis pikir, bahwa kami bisa melakukan semuanya ditengah kesibukan padat kami, suatu keyakinan yang kami pegang saat itu, bahwa yang kami lakukan adalah bagian dari dakwah kami kepada masyarakatat.
Suatu pembelajaran yang kamidapat bahwa saat kita yakin dengan apa yang kita lakukan, saat kita berusaha kerasa dengan apa yang kita cita-citakan, maka Allah tidak segan-segan untuk menjadikannya sebuah kenyataan
Sebelum pulang kami sempat berdoa bersama dan berharap suatu saat ketika Allah telah memberikan Amanah atas profesi kami, kami bisa berkumpul kembali atas nama dakwah dan kemanusiaan
Hendri Okarisman
Posisi Tidur Ala Rasulullah SAW
“Aduh.., kurang tidur ni Jang…”
“Lho kenapa Din? biasanya kalo kita belajar
bareng, kamu paling cepet tidur, hehe…”
“Iya ni, gara-gara kakakku yang tidur
mendengkur Jang…, berisik banget..,hehe…”
“Oalah…, coba disaranin tidurnya
seperti yang dicontohkan Rasulullah Din, insya Allah posisinya gak bakalan
bikin ngorok, baik juga buat kesehatan jantung, paru-paru sama usus kita.”
“Emang tidur Rasullullah SAW kayak
apa si Jang?”
“Ah kamu.., tu tanya dokter Abu ja
biar bisa lebih jelas”.
Dokter Abu said:
Guys, sebagaimana yang kita fahami
bahwa islam adalah rahmatan lil’alamin, rahmat bagi seluruh alam, dan nabi
Muhammad SAW adalah suritauladan terbaik bagi umat manusia. Sebagai seorang
muslim, akhlak dan tingkah laku nabi Muhammad SAW merupakan prototype ayau
contoh yang harus di teladani dan diamalkan. Salah satunya adalah posisi tidur
Rasullullah SAW. Berikut beberapa hadist yang menerangkan bagaimana posisi
beliau saat tidur,“ Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no.
2710), “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah
pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395,
Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350), “ Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu
Dawud dengan sanad yang shohih). Nah jadi posisi tidur nabi itu tubuh miring ke
sebelah kanan, kemudian kedua kaki sedikit ditekuk, dan tangan kanan diletakan
dibawah pipi kanan kita, lalu bagaimna duania kesehatan memandang hal tersebut?
Guys, posisi tidur dalam dunia kedokteran akan berkaitan
secara tidak langsung dengan beberapa organ dalam tubuh. Secara umum posisi
tidur dapat kita bagi menjadi empat posisi yakni posisi terlentang, tengkurap,
tubuh miring ke kiri dan tubuh miring ke kanan. Jantung mewakili sirkulasi
darah tubuh, paru-paru dan saluran pernapasan atas sebagai system pernapasan,
serta sistem saluran pencernaan tubuh merupakan organ-organ yang dipengaruhi
secara langsung maupun tidak langsung oleh posisi tubuh saat tidur. Lalu apa
kelebihan posisi tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah dari segi ilmu
kesehatan? Baik kita mulai dari jantung sebagai pusat pompa darah ke seluruh
tubuh. Sebuah penelitian
yang dilakukan oleh Chen dan Kuo dari Departemen Kesehatan Rumah Sakit Umum
Provinsi Tao-Yuan RRC terkait dengan effek tiga posisi tidur yakni posisi
terlentang, tubuh meiring ke kiri dan tubuh miring ke kanan terhadap jantung
dengan menggunakan alat pengukur spectrum jantung didapatkan hasil bahwa aktivitas
jantung terbaik didapatkan pada saat subjek penelitian tidur dengan posisi
miring ke sebalah kanan. Posisi jantung cecara anatomis memiliki posisi lebih
ke sebelah kiri tubuh, sehingga sehingga
apabila posisi tidur kita miring ke sebelah kanan maka jantung tidak tertimpa
oleh organ lain. Berbeda halnya jika kita mengambil posisi tidur miring ke
sebelah kiri, selain jantung terbebani oleh organ lain, posisi tersebut menyebabkan
curah jantung berlebih karena suply darah dari paru-paru kanan yang berada di
atas jantung (saat posisi miring ke kiri) ke atrium jantung lebih benyak.
Manfaat yang kedua berkaitan dengan
sistem pencernaan tubuh meliputi lambung dan usus. Lambung berfungsi untuk
mencerna makanan secara kimiawi dengan menggunakan enzim sehingga makanan
hancur membentuk seperti bubur atau dalam istilah kedokteran dinamanakan
kismus. Secara anatomis bentuk lambung seperti hurup “J” dengan permukaan lebih
cembung ke sebelah sisi kiri tubuh dengan ujung di sisi kanan tubuh. Pada saat
tidur miring ke sebelah kanan tubuh maka proses aliran pencernaan tubuh akan
lancar berjalan. Hal tersebut terjadi
kareana saat posisi miring ke kanan, secara otomatis isi lambung akan mudah
berjalan karena sambungan antara lambung dan usus posisinya ada di sisi sebelah
kanan tubuh (di bawah tubuh saat tidur). Berbeda dengan posisi tidur miring ke
keiri membuat aliran system pencernaan sedikit terganggu, karena posisi
sambungan lambung usus ada di sebelah sisi kanan (di atas tubuh saat tidur)
menyebabkan pengosongan lambung menjadi terhambat. Lancarnya aliran sistem
pencernaan, membuat proses penyerapan sari-sari makan saat tidur lebih
maksimal. Hal tersebut juga menyebabkan pengeluaran cairan empedu dan pancreas
maksimal sehingga memperkecil timbulnya batu empedu.
Manfaat ketiga untuk sisitem
pernapasan. Nah ini untuk kasus kakaknya Udin. Posisi tidur miring
menghindarkan jatunya lidah ke pangkal. Pada saat terlentang, gaya gravitasi
membuat lidah jatuh kearah pangkal lidah, hal tersebut dapat mengganggu saluran
pernapasan dan menyebabkan seseorang tidur mendengkur. Dalam kondisi mendengkur
oksigen yang masuk ke dalam paru-paru menjadi tidak maksimal, sehingga banyak
didapatkan orang-orang yang tidurnya mendengkur mengeluhkan pusingnya kepala
saat bangun tidur. Dilain sisi secara anatomis paru-paru kanan lebih besar
daripada paru-paru kiri, sehingga jika kita tidur miring ke kanan jantung akan
berada di atas mendorong paru-paru sebelah kanan, hal ini tidak jadi masalah
karena paru-paru kanan lebih besar, sebaliknya jika tidur miring kekiri
paru-paru kanan yang besar akan mendorong jantung ke sisi kiri sehingga sangat
tidak baik untuk jantung. Manfaat yang ke tiga, tidur ala Rasullullah SAW yakni
ketika tangan kanan disimpan dibawah pipi kanan, hal tersebut berfungsi untuk
meluruskan dan mensejajarkan posisi tulang leher, punggung dengan kepala. Posisi
leher dan kepala sangat berperan besar dalam menentukan kualitas tidur
seseorang.
Guys, itulah hikmah dibalik sunnah posisi
Rasullullah SAW saat tidur, mulai sekarang coba di praktekan ya,,,,
Temanggung 2013
Hendri Okarisman
Buang Air Kecil-Jongkok
“Waduh…, kamar mandinya bau pesing Jang?”
“Ya
itulah Din, kebanyakan dari kita kalo buang air kecil serimngnya berdiri sih, jadinya
air seni kita kemana-mana. Padahal lebih baik kan jongkok, biar mudah
dibersiin.”
“Maksudnya?”
“Oalah
baru tahu ya? Itu kan salah satu sunah nabi. Selain mudah dibersiin, kita juga
dapat terhindar dari cipratan urin, coba bayangkan kalo berdirikan kemungkinan
tercipratnya najis lebih besar bukan?”
“Eh
kalo dari segi kesehatan ada fungsinya gak ya?
“Ada
dong, lebih jelasnya tanya dokter abu sana..”
Dokter Abu said:
Hei guys.., ketemu lagi ni, kali ini
kita akan membahas tentang hikmah dibalik tata cara buang air kecil yang baik
dan benar. Yups tentunya akan kita pandang dari dua sisi yakni islam dan
kedokteran. Pembahasan tentang thaharoh atau bersuci dalam agam islam
merupakan materi yang sangat penting dan dijadikan materi awal sebelum ibadah,
kenapa? karena apabila thaharoh kita salah atau tidak bersih dari hadast
dan najis maka akan sia-sialah ibadah kita. Baik, kita mulai dari sebuah
hadist sebagai dasar dari thaharoh atau bersuci setelah buang air kecil,
Rasulullah SAW bersabda “Sucikanlah dirimu dari air kencing, karena
sesungguhnya sebagian siksa kubur itu disebabkan olehnya.” (HR: Abu
Daruquthni). Hadist ini memerintahkan kita agar berhati-hati dalam bersuci
khususnya setelah buang air kecil, karena jika kita tidak berhati-hati, air
kencing yang menempel dapat menggugurkan ibadah kita. Sedangkan, perihal larangan untuk buang air
kecil sambil berdiri, terdapat hadist yang diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu
‘anha yang berkata ”Siapa yang telah memberitakan kepada kamu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kencing sambil berdiri, maka jangan
kamu percaya, karena Rasullullah SAW tidak pernah buang air kecil kecuali
sambil duduk (jongkok).” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh
Syaikh Albani). Lalu apa saja hikmah dari cara buang air kecil berjongkok
selain sebagai sikap kehati-hatian kita akan najis?
Jika
berpikir praktis, berdiri saat buang air kecil mungkin lebih bisa diterima akal
jika dibandingkan dengan berjongkok, tetapi dalam sisi ilmu kesehatan ternyata
berjongkok saat buang air kecil memilki nilai-nilai kesehatan yang luar biasa.
Dalam dunia kesehatan, buang air kecil dengan berjongkok akan merangsang
terciptanya kontraksi berupa tekanan halus dari otot-otot sekitar perut dan
paha yang secara tidak langsung akan menekan kantung kemih sehingga dapat
maksimal dalam mengeluarkan urin. Pengosongan kantung urin yang maksimal dapat
mencegah munculnya penyakit di kantung kemih dan ginjal. Residu atau sisa urin
yang tertinggal dalam kantung kemih yang biasa terjadi jika kita berdiri saat
buang air kecil, jika terakumulasi terus menerus dapat membentuk endapaan yang
akhirnya menjadi batu di kantung kemih atau masyarakat sering menyebutnya
dengan istilah kencing batu. Selain hal tersebut. Pengeluaran urin yang tidak
maksimal mengganggu proses pengeluaran
urin oleh ginjal. Sisa urin yang terus bertumpuk, sementara produksi urin oleh
ginjal terus berjalan menyebabkan tertahannya urin di ginjal sehingga dapat
menyebabkan pembekakan ginjal. Pembengkakan tersebut dapat mempengaruhi
penyaringan darah di ginjal, sebagaimana kita ketahui bahwa ginjal berperan
sentral dalam menyaring darah dan memisahkannya dengan zat sisa metabolism yang
harus dibuang oleh tubuh. Posisi berjongkok saat buang air kecil dapat membantu
pengeluaran urin pada penderita prostat. Pembengkakan kelenjar prostat
menyebabkan menyempitnya saluran kencing (urethra) yang membuat buang air kecil
tersendat sendat.
Subhanallah…
berita mengejutkan datang dari negeri barat yang sebabesar warganegaranya
adalah penduduk non muslim. Pemerintah
Taiwan yang diwakili oleh menteri Lingkungan Taiwan Stephen Shen mengusulkan
agar masyarakat Taiwan membiasakan untuk buang air kecil dengan duduk atau
berjongkok. Usulan tersebut di dukung oleh Badan Perlindungan Lingkungan Taiwan
(EPA), ERA berpendapat bahwa kebiasaan duduk atau berjongkok pada saat buang
air kecil menciptakan kebersihan di toilet-toilet di taiwan. Sterhen menyatakan
bahwa anjuran tersebut akan menjadi kampanye besar-besaran di taiwan guna
menjaga kebersihan 100.000 toilet-toilet umum yang tersebar di seluruh taiwan.
Sementara di Swedia, sejumlah politisi mengusulkan undang-undang baru agar pria
buang air kecil dengan cara duduk di toilet. Selain faktor kebersihan, faktor
kesehatan juga menjadi pertimbangan pentingnya usulan tersebut.
Temanggung 2013
Hendri Okarisman
Hikmah Mengucap Hamdallah saat Bersin
“Uacihhh…., Alhamdulillah….”
“Hati-hati
Jang banyak bakteri bertebaran ntu dari mulutmu…”
“Eh..
balas dong Din?”
“Balas
apanya? Masa aku harus bersin juga?”
“Maksudnya
balas pake do’a Din, kata nabi jika ada diantara kita yang bersin terus yang
bersin ngucap hamdallah, maka yang lain mendoakannya dengan mengucap
yarhamukallah, dan yang bersin membalasnya dengan yahdikumullah… gitu, ikut TPA
dimana sih? Kayak gitu aja kagak tau..”
“Hehe…,
iya baru inget Jang, Yarhamukallah…”
“Yahdikumullah…”
“Eh
tapi kok bersin harus ngucap hamdallah ya?”
“Nah
lho…, ya dah tanya dokter Abu ja deh..”
Dokter Abu said:
Guys, bersyukurlah jika kita masih
bisa bersin, karena bersin merupakan salah satu pertanda bahwa system
pertahanan tubuh kita masih berjalan normal. Kenapa bisa seperti itu? Yups, bersin
merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mencegah benda asing masuk kedalam
tubuh. Bersin ntu diatikan sebagai sebuah proses keluarnya udara dengan cepat
dan keras melewati hidung dan mulut. Ada yang tahu seberapa cepat udara keluar
saat kita bersin? Yups, kecepatan udara saat kita bersin mencapai 70 m/ detik
atau setara dengan 250 km/ jam.
Mekanisme terjadinya bersin diawali dari terdeteksinya zat asing yang
masuk ke saluran pernapasan dalam hal ini rongga hidung oleh reseptor di sel
epitel saluran pernapasan. Zat asing yang masuk bisa bakteri, kuma, virus,
kutu, benda asing atau debu. Bersin juga berfungsi untuk membersihkan saluran
pernapasan (rongga hidung) dari kotoran-kotoran. Udara yang menghembus ke luar
dengan kecepatan dan tekanan tinggi dari paru-paru, membuat rongga hidung
bersih secara optimal.
Dalam islam memiliki kedudukan
tersendiri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Apabila salah seorang
diantara kalian bersin maka ucapkanlah Alhamdulillah, dan hendaklah orang yang
menengarnya menjawab dengan yarhamukallah, dan bila dijawab demikian maka
balaslah dengan ucapan yahdikumullah wa yuslihubaalakum.” (HR: Bukhary,
6224). Dalam keterangan lain Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim
atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah
salam, jika ia mengundangmu maka datanglah, jika ia meminta nasihat kepadamu
maka berilah nasihat, jika ia bersin lalu mengucap Alhamdulillah maka
do’akanlah, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal maka iringilah
jenazahnya.” (HR: Muslim). Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW
bersabda: “Sungguh Allah SWT mencintai orang-orang yang bersin dan membenci
orang yang menguap, maka jika kalian bersin pujilah Allah, maka setiap orang
yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari
syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan
terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya.” (HR: Bukhari).
Lalu kenapa kita harus mengucap
hamdallah? Point yang pertama sudah jelas ya, karena kita bersyukur Allah SWT
masih memberikan kita system pertahanan tubuh yang normal, bersin dapat
membersihkan hidung dan saluran napas kita dari bakteri, kuman dan zat asing
lainnya. Point kedua, berdasarkan hasil penelitian, pada saat kita bersin
jantung kita berhenti sekitar nol koma sekian detik. Pernahkah kita
membayangkan jantung kita berhenti berdenyut untuk selamanya? Nah pada kondisi
bersin ini kita diingatkan Allah atas salah satu nikmat Allah berupa fungsi
jantung yang baik. Jantung merupakan organ tubuh yang bekerja secara tidak
sadar. Pernahkah kita menghintung berapa kali denyutan jantung memompa darah
dalam satu hari? Kita jarang mengingat dan bersyukur pada Allah bahwasannya
kita memiliki jantung sebagai organ yang sangat vital dalam tubuh ini. Jadi
mengucap hamdallah saat bersin adalah bagian dari rasa syukur kita kepada Allah
karena Allah masih mengkaruniakan kita kesehatan atas system pertahanan tubuh
dan fungsi jantung yang normal. Jadi jangan lupa, mulai dari sekarang jika kita
bersin, maka ucapkan hamdallah ya….
Temanggung 2013
Hendri Okarisman
Jumat, 26 September 2014
Khasiat Wudhu
Oleh Hendri Okarisman
“Cie ile…, Mantep dah, wajah mu bercahaya Jang, jos
dah suegerrr deh ngeliatnya, pake kosmetik apaan nie, hehe”.
“Huss..,
natural dong, gak pake apa-apa Cuma pake resep dari Rosulullah SAW, hehe..”
“Apaan
ntu Jang?”
“Walah..,
masa gak tau sih Din? Wudhu tau…”
“Subhanallah…
bener juga yak, Sebenernya apa ja sih manfaat dari wudhu?
Dokter Abu said:
Guys, Berwudhu merupakan bagian dari
thaharah, dan menjadi syarat diterimanya shalat kita. Allah SWT berfirman: “Wahai
orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka
cucilah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian sampai dengan siku, dan
usaplah kepala-kepala kalian dan (cucilah) kaki-kaki kalian sampai pada kedua
mata kaki...” (QS: Al-Maidah:6). Jadi jelas ya, harus wudhu dulu sebelum
kita shalat, jika tidak wudhu maka shalat kita tidak akan diterima.
Berwudhu jika kita dipandang dari
sisi kedokteran, sangat banyak sekali manfaatnya. Pertama jika dihitung-hitung,
kita sedikitnya akan berwudhu sebanyak lima kali dalam 24 jam. Artinya ada lima
kali kesempatan bagi kita untuk mebasuh membersihkan anggota wudhu, mulai dari
tangan, telapak tangan, muka, telinga, rambut dan kaki. Perlu diketahui bahwa setiap 1 inchi persegi
dari kulit kita terdapat kurang lebih 20.000.000 bakteri yang setiap waktu yang
dapat terus bertambah sesuai dengan tinggi rendahnya aktivitas yang kita
lakukan. Hati-hati lho karena sewaktu-waktu bakteri tersebut akan dengan mudah
masuk menginfeksi tubuh melalui luka di permukaan kulit kita. Jadi jika
berwudhu minimal lima kali dalam 24 jam, berarti secara otomatis kita sudah
menjaga kebersihan dan mengurangi akumulasi bakteri dan kuman di permukaan
kulit kita. Wudhu dapat menghindarkan kita dari serangan penyakit kulit akibat
rendahnya kebersihan kulit kita. Nah, mendukung hal tersebut Mokhtar Salem
seorang penulis buku yang berjudul Prayers a Sport for The Body and Soul
mengatakan bahwa aktivitas wudhu dapat menghindarkan kita dari kanker kulit
yang disebabkan oleh menepel dan terserapnya bahan kimia di kulit. Berwudhu
menyebabkan larutnya bahan-bahan kimia tersebut, sehingga tidak sampai diserap
oleh kulit.
Kedua, seorang professor yang berprofesi
sebagai psikiater dan neurology (ahli ilmu syaraf) dari Austria bernama Prof.
Leopold Werner von Ehrenfels yang kemudian masuk islam dan berganti nama
menjadi Prof. Baron Omar Rolf Ehrenfels menemukan bahwa wudhu dapat
merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Hal tersebut terjadi karena adanya
keselarasan usapan air dengan titik-titik syaraf pada anggota wudhu. Ketika berwudhu maka secara tidak langsung
akan memantapkan konsetrasi pikiran, karena air wudhu akan mendinginkan
ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan kaki. Saat berwudhu, kita membasuh
seluruh panca indra kita, mulai dari kulit, mata, telinga, hidung dan lidah
(rongga mulut). Dalam ilmu akupuntur, terdapat titik-titik sensitive sebagai
reseptor terhadap rangsangan stimulus berupa sentuhan, gosokan, usapan, dan
tekanan (massage) pada tubuh. Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian
ke sel, jaringan, organ, dan system organ yang bersifat terapi. Saat berwudhu
terdapat 493 titik sensitive yang kita sentuh, gosok dan massage, yakni 84
titik akupuntur pada wajah, 95 pada tangan, 64 pada kepala, 125 pada telinga
dan 125 titik akupuntur pada kaki. Sehingga kita bisa menyebutkan bahwa guyuran
air wudhu dapat dijadikan sebagai terapi akupuntur pada titik-titik syaraf
anggota wudhu, hal tersebut dikarenakan system metabolism manusia terhubung
dengan system syaraf yang ujungnya menyebar di seluruh permukaan kulit tubuh
manusia.
Adalah
seorang peneliti bernama Muhammad Salim yang menganalisis hidung sekelompok
orang yang tidak berwudhu, yang kemudian dibandingan dengan sekelompok orang
yang berwudhu rutin lima kali dalam sehari dan mendirikan shalat. Muhammad
Salim mengambil zat dalam hidung dan selaput lendirnya kemudian mengamati jenis
kumannya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa sekelompok orang yang
tidak berwudhu, lubang hidungnya memudar dan berminyak, serta berdebu, lengket dan
berwarna gelap. Sedangkan orang-orang yang berwudhu rongga hidungnya tampak cemerlang,
bersih tidak berdebu. Subhanallah… luas biasa bukan?
Rabu, 24 September 2014
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)


